sendiri, sendiri ku diam..
diam dan merenung, merenungkan jalan yang kan membawa ku pergi
pergi tuk menjauh, menjauh dari mu..
dari mu yang mulai berhenti, berhenti mencoba..
mencoba bertahan, bertahan untukterus bersama ku..
ku berlari kau terdiam..
ku menangis kau tersenyum..
ku berduka kau bahagia..
ku pergi kau kembali..
ku coba meraih mimpi kau coba tuk hentikan mimpi..
memang kita tak kan menyatu..
bayangkan, bayangkan ku hilang..
hilang tak kembali, kembali untuk mempertanyakan lagi cinta..
cinta mu yang mungkin, mungkin tak berarti..
berarti untuk ku rindukan..
ku berlari kau terdiam..
ku menangis kau tersenyum..
ku berduka kau bahagia..
ku pergi kau kembali..
ku coba meraih mimpikau coba tuk hentikan mimpi..
memang kita tak kan menyatu…
kini harusnya kita, coba saling melupakan..
lupakan kita pernah bersama..
berlari kau terdiam..
ku menangis kau tersenyum..
ku berduka kau bahagia..
ku pergi kau kembali..
ku coba meraih mimpikau coba tuk hentikan mimpi..
memang kita tak kan menyatu…
Harus Berpisah-Cakra
Rumor-Butiran Debu
Namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia
Hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu
Namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia
Hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh
menepi menepilah menjauh
semua yang terjadi di antara kita ooh
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu
(Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
ku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
