Setelah akad nikah kita setelah bertemu dgn istri dianjurkan
melaksanakan sholat 2 rakaat, apa bacaan sholat tsb di jahrkan atau di sirrkan
serta doa apa yang harus dibaca setelah sholat tsb? Mohon dijelaskan dan segera.
Jazakallah khair.
| ||
Jawaban:
Ykh.sdr/A.Q
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh Terimakasih atas kepercayaan anda kepada kami. Sebelum menjawab pertanyaan anda, berikut kami paparkan sedikit apa yang dilakukan -tepatnya- pada malam pertama: - Ketika pertama kali pengantin pria menemui isterinya, dianjurkan melakukan beberapa perkara berikut:
PERTAMA, Bercumbu rayu dengan penuh kelembutan. Misalnya dengan
memberinya minum atau yang lainnya. Berdasarkan hadits Asma` binti Yazid bin
as-Sakan radliyallahu 'anhu, ia berkata:
"Saya merias 'Aisyah untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Setelah itu, saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada 'Aisyah. Beliaupun datang lalu duduk di sisi 'Aisyah. Kala itu, beliau disodori segelas susu. Setelah beliau minum gelas itu beliau sodorkan kepada 'Aisyah. Tetapi 'Aisyah menundukkan kepalanya dan malu. Asma` binti Yazid berkata, 'Aku menegurnya dan berkata kepadanya, 'Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah.' " 'Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit." (Hadits Shahih, riwayat Ahmad [VI:438,452,453,458] ; al-Humaidiy [I:179-180].
KEDUA, Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada
ubun-ubun mempelai wanita seraya mendoakannya. Yaitu sebagaimana dalam
hadits:
"Apabila salah seorang dari kamu menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak, maka peganglah ubun-ubunnya, lalu bacalah 'basmalah' (Bismillaahirrahmaanir rahiim) serta doakanlah dengan doa barokah sembari mengucapkan,
اللهم إني أسألك من خيرها وخير ما جبلت عليه وأعوذ
بك من شرها وشر ما جبلت عليه
[Alloohumma Inni As-`aluka Min Khoiriha Wa Khoiri Maa Jubilat
'alaihi Wa A-'uudzu bika Min syarriha wa syarri maa Jubilat 'alaihi]
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan wanita
ini dan kebaikan yang dianugerahkan (oleh-Mu) padanya. Dan aku memohon
perlindungan kepada-Mu dari keburukan wanita ini dan keburukan yang ditetapkan
(oleh-Mu) untuknya." [HR.Bukhariy]
KETIGA, Hendaknya ia melaksanakan shalat dua raka'at bersama
mempelai wanita. Syaikh al-Albani berkata, "Hal itu telah ada sandarannya dari
kaum Salaf, diantaranya hadits Abu Sa'id, maula (bekas budak) Abu Usaid, ia
berkata,
"Saya menikah ketika saya masih seorang budak. Kala itu saya mengundang beberapa orang shahabat Nabi, diantaranya Ibn Mas'ud." Ia melanjutkan, "Lalu tibalah waktu shalat, Abu Dzar bergegas maju untuk mengimami shalat. Tetapi mereka berkata, 'Kamulah yang berhak.' Ia berkata, "Apakah demikian?." "Benar," jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka shalat ketika itu saya masih seorang budak. selanjutnya mereka mengajari saya, 'jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua shalat dua raka'at. Kemudian mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kalian berdua...." (Dikeluarkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam kitab 'al-Mushannaf''. Syaikh al-Albaniy menyatakan: sanadnya shahih) - DOA KETIKA HENDAK BERSENGGAMA Ketika akan menggauli isterinya, hendaklah dia membaca doa:
بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما
رزقتنا
[Bismillaah, Alloohumma jannibnasy Syaithoon wa jannibisy
Syaithon maa rozaqtanaa]
(Diambil dari buku Bekal-Bekal Menuju Pelaminan Mengikuti Sunnah, Karya Abu Ishaq al-Huwaini, penerbit at-TIBYAN) KESIMPULAN: - Demikian diantara hal-hal yang diajarkan ketika bermalam pertama dan adab doa yang terkait dengan bersenggama, sedangkan masalah tatacaranya, maka sebenarnya hanya masalah teknis kecuali dalam hal-hal yang tidak dibolehkan oleh syari'at atau pantangan seperti ketika sedang haidl bagiamana, dst...anda bisa baca di buku tersebut. -Mengenai pertanyaan anda; masalah dijahrkan atau disirrkan, memang di dalam hadits tidak ada penjelasannya lebih lanjut, sehingga kembali kepada asal kebanyakan shalat sunnah yang tidak dijahrkan. Sebab bila memang harus dijahrkan, pastilah ada keterangannya dari para shahabat paling tidak, yang kemudian dilanjutkan oleh para ulama. Maka sepanjang yang kami ketahui, kami belum mendapatkan penjelasan tentang hal itu. wallahu a'lam. Atau barangkali karena keterbatasan dan kedangkalan ilmu kami. -Adapun mengenai doa apa saja setelah shalat itu; selain doa yang kami sebutkan diatas dalam masalah terkait, kami belum mendapatkannya...Bila anda ingin berdoa, bisa berdoa saat sedang sujud dalam shalat dua raka'at itu misalnya dimana sesuai dengan hadits yang shahih, itulah saat kedekatan Allah dengan hamba-Nya dan tentunya dengan doa apa saja -selain doa sujud pada setiap shalat- sebab disebutkan pada saat sujud secara mutlak (umum)…Wallahu a'lam. DEMIKIAN yang dapat kami sampaikan, semoga pernikahan anda diberkahi oleh Allah. Baarokallaahu Laka Wa 'Alaikuma Wa Jama'a Bainakuma Fii Khoir Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh. Sumber: Artikel Islami yang didokumentasikan kembali oleh arioss@softhome.net, http://www.alsofwah.or.id/ sumber gambar: http://unisyifa.blogdetik.com/files/2011/07/kartun-jilbab-nikah.jpg |
Malam Pertama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar